Minggu, 24 Mei 2020

Kabupaten Bondowoso

Kabupaten Bondowoso salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Dari segi nama tidak asing karena legenda cerita rakyat Bandung Bondowoso terkenal se Indonesia, tapi jarang orang tahu posisi kabupaten termungil diujung timur pulau jawa.

Monumen Gerbong Maut di Kabupaten Bondowoso
Monumen Gerbong Maut

Kabupaten Bondowoso merupakan kabupaten yang tak memiliki garis / wilayah laut (terkurung daratan) di daerah tapal kuda, Jawa Timur. Walau tak punya laut, Bondowoso menjadi pasar ikan laut terbesar dibanding kota sebelah yang memiliki laut.

Sejarah kabupaten Bondowoso awalnya hanyalah hutan belantara sebelum kerajaan datang babat pegunungan yang di pimpin Ki Ronggo berserta pasukannya.

Pada masa Bupati Kiai Suroadikusumo (Ronggo) di daerah Besuki berkembang dengan Pelabuhan Besuki, pedagan luar ramai berbondong-bondong datang. Dengan populasi yang semakin padat, perlu untuk mengembangkan daerah dengan membuka hutan ke arah tenggara.

Kiai Patih Alus mengusulkan agar Mas Astrotruno, putra angkat Bupati Ronggo Suroadikusumo, menjadi orang yang menerima tugas membersihkan hutan. Proposal tersebut diterima oleh Kiai Ronggo-Besuki, dan Mas Astrotruno juga dapat memikul tugas itu.

Kemudian Kiai Ronggo Suroadikusumo pertama kali menikahi Mas Astotruno dengan Roro Sadiyah, putri Bupati Probolinggo Joyolelono.

Mertua Mas Astrotruno menghadirkan seekor kerbau putih "Melati" yang rewel (tanduk melengkung ke bawah) untuk menjadi teman perjalanan dan panduan untuk mencari daerah subur.

Bondowoso

Kabupaten Bondowoso dibagi menjadi tiga wilayah, wilayah barat adalah pegunungan (bagian dari Pegunungan Iyang), bagian tengah adalah dataran tinggi dan bergelombang, sedangkan bagian timur adalah pegunungan (bagian dari Dataran Ijen).

Dulu kota tape ini pernah mendapat julukan kota pensiun, dikarenakan tempatnya yang tenang, dingin, sejuk, tenang, dan nyaman cocok untuk orang pensiunan.

Pembagian Wilayah Administratif

Kabupaten Bondowoso memiliki 23 kecamatan, 10 kelurahan, dan 209 desa.

Koordinat Kabupaten Bondowoso

Kabupaten yang terkenal dengan makanan khasnya ini merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang letaknya berada timur Pulau Jawa atau area tapal kuda. Kabupaten Bondowoso memiliki luas 1.560,10 km2 yang secara geografis terletak pada koordinat antara 113 ° 48′10 ″ - 113 ° 48′26 ″ Timur dan 7 ° 50′10 ″ - 7 ° 56′41 ″ LS.

Suhu

Suhu Kabupaten Bondowoso cukup sejuk yaitu antara 15,40 0C - 25,10 0C, ini karena berada di antara beberapa pegunungan antara lain pegunungan Kendeng Utara dengan puncak Gunung Raung, Gunung Ijen dan sebagainya di wilayah timur & kaki Gunung Hyang dengan puncak Gunung Krincing, Gunung Argopuro, dan Gunung Kilap di sebelah barat. Sementara di bagian utara terdapat Gunung Biser, Gunung Alas Sereh, dan Gunung Bendusa.

Lokasi Kabupaten Bondowoso

Lokasi Bondowoso tidak di area yang strategis untuk segala hal. Meski ada di tengah, Bondowoso tidak dilewati jalan nasional yang dapat menghubungkan antar provinsi. Bondowoso juga tidak memiliki lautan. Hal ini membuat Bondowoso sulit untuk dikembangkan dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur.

Dataran di Bondowoso antara lain pegunungan dan perbukitan 44,4%, dataran tinggi sekitar 24,9% dan dataran rendah sekitar 30,7% dari semua total wilayah.

Ketinggian Bondowoso diangka 78-2.300 mdpl (meter di atas permukaan laut), 3,27% dibawah 100 mdpl,  Di ketinggian antara 100 - 500 mdpl sekitar 49,11%, Diketinggian antara 500 - 1.000 mdpl sekitar 19,75% dan di ketinggian di atas 1.000 mdpl seluas  27,87%.

Menurut klasifikasi topografi regional, kemiringan Kabupaten Bondowoso bervariasi. Flat dengan kemiringan 0-2% meliputi area 190,83 km2, landai (3-15%) meliputi area 568,17 km2, agak curam (16-40%) luas 304,70 km2 dan sangat curam di atas 40% seluas 496,40 km2.

Berdasarkan tinjauan geologi di Kabupaten Bondowoso ada 5 jenis batuan, yaitu hasil gunung berapi kuartener 21,6%, hasil gunung berapi kuaterner muda 62,8%, batuan lensite 5,6%, alluvium 8,5% dan sedimentasi 1,5% sedimen.

Untuk jenis tanah, 96,9% medium bertekstur yang meliputi tanah liat, tanah liat berdebu, dan tanah lempung berpasir; dan 3,1% bertekstur kasar yang meliputi pasir dan pasir lembek. Berdasarkan pola geologis, topografi, jenis tanah dan penggunaan lahan, Kabupaten Bondowoso memiliki karakteristik sebagai rawan bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor.

Jumlah Penduduk Kabupaten Bondowoso

Mayoritas penduduk Bondowoso adalah orang Madura, dengan bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari mereka. Populasi Kabupaten Bondowoso pada tahun 2018 adalah 791.838 orang, terdiri dari 394.883 penduduk dari populasi laki-laki dan 396.955 penduduk dari populasi perempuan di 23 kecamatan.

Ini telah meningkat dari tahun 2006 sebesar 10.323 orang atau sebesar 1,42%. Populasi terbesar di Kabupaten Bondowoso adalah 72.714 orang dan terendah di Kabupaten Sempol 8.103 orang. Kepadatan populasi mencapai 471 jiwa / km2.

Pada tahun 2008, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso terdiri dari empat komponen rata-rata sekolah, angka melek huruf orang dewasa, usia harapan hidup,  dan paritas daya beli pada tahun 2008 sebesar 59,54. Meningkat dari 2007 sebesar 59,05.

Suku dan Bahasa

Ada lima suku / etnis di Kabupaten Bondowoso. Mayoritas Madura. Minoritas lainnya adalah minoritas non-pribumi, yaitu suku Indian, Arab dan Cina di ibukota kabupaten.

Umumnya dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Jawa (dialek Surabaya) yang dicampur dengan bahasa Madura. Faktanya, hampir dua pertiga penduduk Bondowoso tidak bisa berbahasa Jawa sama sekali dan hanya berbicara bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Situs megalitik juga ada di Kabupaten Bondowoso, sekitar 12 situs, terdiri dari dolmen, menhir, batu kenong, makam batu, teras, sarkofagi, pelinggih dan stunchambers ditemukan. Ada juga Gua Buto, Ekopak, Saus Saus Abris dan Area Batu.

Wisata-wisata di Bondowoso

Pariwisata, seni dan budaya adalah salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Berharap dengan adanya wisatawan baik itu dari luar pulau dan luar negeri mendorong ekonomi masyarakat.

Pemandangan di wisata Kawah Wurung
Pemandangan Kawah Wurung

Perda tahun 2007 No. 8 terkait RTRW Bondowoso :

1. Kawasan Kawah Ijen di kecamatan Sempol dan Sumberwringin:
  • Wisata Kawah Ijen, Kawah Wurung, dan Kawah Telaga Weru
  • Wisata Air Terjun Blawan dan Gua Stalaktit
  • Wisata Air Panas Blawan dan Pemandian Damarwulan
  • Wisata Agro Kopi Kalisat
  • Wisata Air Terjun Puloagung - Sukorejo


2. Kawasan Argopuro di kecamatan Pakem:
  • Wisata Agro Kopi dan Kakao
  • Air Terjun Tancak Kembar
  • Mendaki Gunung Hyang (Gunung Argopuro)

3. Kawasan Wisata Lansekap Pemandangan di kecamatan Wringin;
4. Kawasan Wisata Pendakian Gunung Raung di kecamatan Sumberwringin;
5. Area Panjat Tebing Patirana di Patirana di kecamatan Grujugan;
6. Kawasan Wisata Pemandian Tasnan di kecamatan Grujugan;
7. Wisata Sejarah Sarkopage di Wringin, Grujugan, Maesan, Wonosari, Tegalampel, Prajekan, Bondowoso, Tamanan, Tlogosari, Jambesari Darussholah, dan Sempol;
8. Kawasan Rekreasi Wisata Bondowoso Square;
9. Kawasan Wisata Ziarah Makam Ki Ronggo di kecamatan Tegalampel;
10. Kawasan Wisata Pedepokan Gema Buana di kecamatan Prajekan;
11. Kawasan Wisata Kerajinan Kuningan Cindogo di kecamatan Tapen;
12. Kawasan Wisata Sampean Baru di kecamatan Tapen;
13. Kawasan Wisata Budaya Upacara Tradisional Desa Blimbing di kecamatan Klabang;
14. Kawasan Wisata Rafting Bosamba di kecamatan Taman Krocok dan Tapen.
15. Mengisi kawasan wisata sapi di Kecamatan Tapen Dalam mendukung pariwisata, di Kabupaten Bondowoso juga disediakan fasilitas akomodasi akomodasi yang memadai bagi wisatawan.

wisata Kawah Ijen Bondowoso
Danau Kawah Ijen

Penginapan


Pada tahun 2008, jumlah hotel di Kabupaten Bondowoso terdiri dari 11 hotel. Satu hotel bintang 3, Ijen View Hotel di Jalan KIS Mangunsarkoro. Sedangkan yang lainnya adalah hotel melati. Enam hotel di Kota Bondowoso yaitu Palm, Anugerah, Baru, Slamet, Kinanti dan Grand dan 4 hotel di luar Kota Bondowoso yaitu Arabica, Catimore, Jampit, dan Asri Tourism.

Makanan Khas Bondowoso

Makanan khusus Bondowoso adalah Tape Bondowoso yang manis, yang umumnya dikemas dalam bèsèk (ditenun dari bambu berbentuk kotak). Kaset ini terbuat dari singkong, turis asing menyebutnya fermentasi singkong, mirip dengan peyeum di Jawa Barat.

Namun rasa Tape manis Bondowoso lebih khas. banyak turis dari luar Bondowoso yang bersedia datang ke Bondowoso hanya untuk membeli Tape manis ini, merek Tape manis yang terkenal meliputi Tape manis 77, Tape manis 82, Tape manis 31, Tape manis Tjap Enak, di mana lagi, 66, 17, dll.

Tape manis Bondowoso penjual umumnya terkonsentrasi di Jalan Jenderal Sudirman dan Teuku Umar atau lebih dikenal sebagai daerah Chinatown. Jl jendral sudirman. Selain Tape, makanan khas yang berasal dari tape juga banyak dijual di Bondowoso seperti Suwar-shred, Tape dodol, Tape panggang dll.

Pengembangan di bidang pendidikan sedang dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dengan memperluas dan pemerataan kesempatan masyarakat dalam memperoleh pendidikan.

Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa masih ada warga yang belum lulus sekolah, putus sekolah dan bahkan tidak bersekolah. Karena alasan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berupaya meningkatkan tingkat pendidikan publik.

Dari pemerataan sarana dan prasarana pendidikan formal hingga pelaksanaan pendidikan di non formal, antara lain Pemberantasan Buta Aksara (PBA), kabarnya Kabupaten Bondowoso telah dinyatakan daerah bebas buta huruf.

Fasilitas pendidikan dasar tersebar di semua kabupaten. Sedangkan untuk tingkat sederajat sekolah menengah ada di hampir semua kabupaten di Kabupaten Bondowoso.

Nama-nama Sekolah di Bondowoso

Untuk pendidikan tinggi di Kecamatan Bondowoso yaitu Universitas Bondowoso, Sekolah Tinggi Islam di Taqwa dan Program Diploma III Keperawatan.

Sekolah Menengah
  • Bondowoso 1 Middle School
  • Bondowoso 2 Middle School
  • Sekolah Menengah Umum Bondowoso 3
  • Sekolah Menengah 4 Bondowoso
  • Sekolah Menengah Bondowoso 5
  • Sekolah Menengah 2 Tenggarang

Madrasah Tsanawiyah (MTS)
  • MTSN 1 Bondowoso
  • MTSN 2 Bondowoso
  • MTS At-Taqwa

Sekolah Menengah Atas (SMA / MA)
  • SMA Tenggarang 1
  • SMA Bondowoso 1
  • SMA Negeri Bondowoso 2
  • SMA Negeri Bondowoso 3
  • SMA Negeri 1 Tapen
  • Prajekan 1 SMA
  • SMA Klabang 1
  • SMA Pujer 1
  • MAN Bondowoso

Sekolah Menengah Kejuruan
  • SMK Negeri 1 Bondowoso
  • SMK Negeri 2 Bondowoso
  • SMK Negeri 3 Bondowoso

Kami naturalisasi.com akan selalu mengaupdate perkembangan daerah kabupaten Bondowoso, informasi diatas di ambil dari wikipedia dan sumber website lainnya.

Artikel Terkait