Teknik Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah Lebat dan Enak

Teknik Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah Lebat dan Enak

Naturalisasi
Teknik Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah Lebat dan Enak - Siapa yang tidak suka buah alpukat? jarang sekali orang yang tidak menyukai buah ini. Rata-rata buah alpukat dimakan langsung dan di jus (juice) namun ada jenis tertentu untuk bahan dasar kosmetik.

Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah Lebat dan Enak
Tunas Alpukat didalam Pot / Polybag by Pixabay

Tak banyak orang yang menanam buah ini dikarenakan ulat pikat yang sering datang menyerang setiap tahunnya. Ulat berbuku warna merah akan menghabisi seluruh daun alpukat lalu menjadi kepompong dan kupu-kupu.

Mitos orang terdahulu, jika daun dimakan ulat pertanda Alpukat akan berbuah lebat dan enak tapi tak berlaku untuk alpukat jenis muki. Ulat pikat tidak menyerang jenis ini, entah apa yang membuatnya enggan makan daunnya.

Harga Alpukat bervariatif di pasaran mulai dari Rp 10.000 per kg hingga Rp 30.000 per kg hasil penelusuran Naturalisasi.com ke pasar-pasar. Jangan dilihat harganya yang mahal, tapi nutrisi / gizinya yang terkandung dalam buah sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Alpukat Jenis Mentega yang banyak disukai orang karena besar, daging tebal, dan rasanya enak. Harga alpukat mentega dipasaran dibandrol Rp 15.000 per kg hingga Rp 30.000 per kg. Dalam satu kilogram hanya isi 3 buah saja, ini minusnya pembeli hanya dapat 3 buah tapi puas.

Teknik Budidaya Alpukat Agar Berbuah Lebat dan Enak - Naturalisasi.com
Alpukat Mentega

Budidaya Alpukat

Alpukat (KBBI: Alpukat), alpukat, atau Persea americana adalah tanaman penghasil buah meja dengan nama yang sama. Tanaman ini bukan asli Indonesia tapi berasal dari negara Meksiko dan Amerika Tengah dan saat ini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai perkebunan monokultur dan tanaman kebun di daerah tropis lainnya di dunia.

Buah jenis Buni, memiliki kulit lunak, tidak merata, berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung jenisnya. Daging apokat berwarna hijau muda di dekat kulit dan kuning muda di dekat biji, dengan tekstur lembut. Klasifikasi ilmiah alpukat adalah sebagai berikut:

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Urutan: Laurales
  • Keluarga: Lauraceae
  • Genus: Persea
  • Spesies: P. americana


Teknik Budidaya Alpukat dari Biji

Cara menanam alpukat dapat melalui biji atau okulasi. Jika ditanam melalui biji, alpukat dapat berbuah dalam 4-6 tahun.

Jika kita sudah memiliki pohon alpukat berkualitas baik, maka kita dapat menyiapkan benih dari biji sendiri. Tetapi, jika Anda tidak memilikinya, Anda dapat membelinya dari toko pertanian atau lembaga pertanian yang tepercaya.

Pola penanaman alpukat harus dilakukan dalam kombinasi dengan varietas. Hal ini disebabkan fakta bahwa sebagian besar varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 jenis bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B.

Varietas yang diklasifikasikan sebagai jenis bunga A panjang hijau, bulat hijau, merah panjang, merah bulat, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang diklasifikasikan sebagai tipe B adalah collinson, itszamma, winlowsaon, fuerte, lyon, nabal, hang-up, dan queen.

Penyerbukan silang hanya terjadi di antara kedua jenis bunga. Oleh karena itu, menanam alpukat di tanah harus dikombinasikan antara varietas yang memiliki bunga tipe A dan bunga tipe B sehingga bunga saling menyerbuki.

Tanah digali dengan panjang, lebar dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang dibiarkan terbuka selama kurang lebih 2 minggu. Tanah atas dan bawah dipisahkan. Lubang tanam ditutup kembali pada posisi semula.

Tanah bagian atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. Lubang tanam yang telah ditutup kembali diajarkan untuk bergerak mengingat lokasi lubang tanam.

Alpukat juga bisa dibudidayakan dalam pot, saat ini banyak pembudidaya melakukan praktek ini. Cara tanam alpukat di pot tidak ada bedanya dengan tanam di lahan luas, semakin banyak daunnya semakin bagus agar pohon kerdil dan menajdi bonsai buah.

Waktu Penanaman

Waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan. Yang perlu diperhatikan adalah tanah di lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Ini untuk menghindari genangan air saat disiram atau hujan. Langkah-langkah menanam adalah sebagai berikut:

  1. Lubang tanam yang telah ditutup, digali kembali dengan ukuran wadah bibit.
  2. Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan memotongnya sehingga gumpalan tanah tetap utuh.
  3. Biji dan tanah yang masih menggumpal dimasukkan ke dalam lubang setinggi leher, kemudian ditumpuk dan diikat ke tiang.
  4. Setiap bibit harus diberi naungan untuk menghindari sinar matahari langsung, paparan angin, atau air hujan. Tempat teduh dibuat miring dengan bagian tinggi di timur. Warna ini berfungsi sampai tunas baru tumbuh atau kurang lebih 2-3 minggu.

Pupuk Buah Alpukat

Berikan takaran yang pas untuk pohon alpukat mulai dari bibit hingga pasca panen untuk menyuplai makanan bernutrisi. Menu pupuk buatan untuk tanaman alpukat berusia kurang dari 5 tahun adalah sebagai berikut:
· Pupuk ZA 56 - 280 kg per hektar.
· Pupuk DS 60 - 280 kg per hektar.
· Pupuk ZK adalah 22-112 kg per hektar.

Sementara itu, menu pupuk untuk tanaman alpukat berusia lebih dari 5 tahun adalah sebagai berikut:
· Pupuk ZA 450 - 900 kg per hektar.
· Pupuk DS adalah 200 - 400 kg per hektar.
· Pupuk ZK 225 - 335 kg per hektar.

Manfaat Alpukat

Alpukat (Persea Gratissima Gaertn) sepopuler buah segar dan tanaman obat. Buah yang berasal dari daratan Amerika Tengah biasanya dinikmati sebagai jus buah yang menyegarkan, sedangkan biji dan daunnya banyak digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit, seperti:

a. Mengurangi hipertensi
b. Mengurangi kadar kolesterol dalam darah
c. Anti kanker
d. Mencegah stroke dan penyakit jantung
e. Berikan nutrisi pada kulit dan rambut
f. Meringankan nyeri haid
g. Memurnikan kadar gula darah

Jenis Alpukat

Berbagai jenis alpukat telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Distribusi mencakup keturunan, baik keturunan dari hasil kegigihan mereka sendiri dan persilangan alami antara ketiga kelompok. Sampai tahun 2003 7 varietas alpukat dirilis, sebagai berikut:

a. Alpukat Mega Gagauan
Alpukat ini dirilis oleh Balitbu Tropika pada tahun 2003. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 521 / Kpts / PD.210 / 10/2003. Alpukat Mega Gagauan memiliki keunggulan produksi tinggi, bentuk buah bundar, ukuran buah besar, daging kuning tebal, permukaan agak halus, permukaan kulit agak kemerahan, kulit buah kemerahan, dan potensi untuk mengangkat dan memperkenalkan buah-buahan unggul daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Selain itu, alpukat Mega Gagauan memiliki karakteristik berbuah terus menerus, berat buah mencapai 600-800 g / buah, warna daging kuning. Bentuk buahnya agak bulat (pangkal dan ujung agak bulat). Panjang buah adalah 12,5-17,5 cm, diameter buah 11,5-15,5 cm, tebal buah 1 mm dengan tebal daging buah 1,9-2,1 cm.

Daging buah manis dan pulen, kandungan protein 1,49%, dan kadar lemak 6,41%. Produksi buah / pohon adalah 220-230 buah (140-175 kg) / tahun.

b. Alpukat Mega Murapi
Pada tahun 2003 Balitbu Tropika merilis alpukat jenis ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No. 519 / Kpts / PD.210 / 10/2003.

Alpukat jenis ini sebenarnya memiliki keunggulan produksi tinggi dengan bentuk buah bulat oval, ukuran buah besar, daging buah berwarna tebal mentega, pulen, permukaan kulit kasar, warna kulit buah hijau tua, berpotensi untuk diperkenalkan dan ditunjuk sebagai buah unggul regional untuk khalayak yang lebih luas.

Selain itu, alpukat Mega Murapi memiliki karakteristik berbuah terus menerus, berat buah mencapai 400-600 g / buah, warna daging mentega kuning.

Bentuk buahnya agak bulat (pangkal dan ujung agak bulat). Panjang buah 13-17 cm, diameter buah 10-14 cm, tebal kulit buah 1 mm dan tebal buah 1,9-2.1 cm. Daging manis manis, kadar protein 1,37%, dan kadar lemak 7,58%. Produksi dapat mencapai 350-450 buah / pohon (180-225 kg) / tahun.

c. Mega alpukat paninggahan
Pada tahun 2003 Alpukat ini telah dirilis oleh Balitbu berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 519 / Kpts / PD.210 / 10/2003. Paninggahan memiliki keunggulan produksi tinggi, bentuk buah bulat oval, ukuran buah besar, daging buah berwarna tebal mentega, pulen, permukaan kulit kasar, warna kulit buah hijau tua, berpotensi untuk diperkenalkan dan ditunjuk sebagai buah unggul regional untuk khalayak yang lebih luas.

Selain itu, alpukat Mega Murapi memiliki karakteristik berbuah terus menerus, berat buah mencapai 400-600 g / buah, warna daging mentega kuning.

Bentuk buahnya agak bulat (pangkal dan ujung agak bulat). Panjang buah 13-17 cm, diameter buah 10-14 cm, tebal kulit buah 1 mm dan tebal buah 1,9-2.1 cm. Daging manis manis, kadar protein 1,37%, dan kadar lemak 7,58%. Produksi dapat mencapai 350-450 buah / pohon (180-225 kg).

d. Alpukat Ijo
Alpukat ijo ini asli dari kebun Tlekung, Batu, Malang. Varietas berbuah terus menerus namun tergantung pada lokasi dan juga tingkat kesuburan tanah. Berat buah bisa mencapai 300-400 g per buah dengan diameter 7,5 cm dan panjang 9 cm.

Permukaan kulit buah licin, bintik-bintik kuning setebal 1 mm. Bentuk lonjong atau lonjong, ujung bulat dan tumpul. Buah muda yang kulitnya berwarna hijau muda yang berangsur-angsur bertambah tua saat matang.

Daging buahnya tebal, berwarna kuning hijau, enak, enak, dan kering. Bentuk biji jorong dengan ukuran 4 cm x 5,5 cm. Dirilis pada tahun 1987 oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan No. 15 / Kpts / TP.240 / I / 1987.

e. Alpukat Ijo Long
Variasi bentuk buah ini menyerupai buah pir. Ujung buah tumpul sedangkan pangkal buah menunjuk. Berat buahnya antara 300-500 g / buah. Kulit buah hijau, permukaan halus dengan bintik-bintik kuning dan tebal 1,5 mm.

Ketika muda kulit buahnya hijau muda dan setelah matang menjadi hijau merah gelap. Buah diameter 6,5-10 cm dan panjang 11,5-18 cm. Daging kuning tebal, rasanya enak, enak, dan agak lunak. Bijinya berbentuk jorong dan berukuran 4 cm x 5,5 cm. Dirilis pada tahun 1987 oleh Menteri Pertanian dengan Keputusan No. 16 / Kpts / TP.240 / 1987.

f. Alpukat Merah Bulat
Varietas ini berbuah terus menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan tanah. Terlepas dari itu buah sulung kecil. Berat buah mencapai 0,3-0,4 kg / butir, diameter 7,5 cm dan panjang 9 cm. Permukaan kulit buah licin, bintik-bintik kuning setebal 1 mm.

Bentuk buah lanjong atau bujur, ujung membulat dan pangkal buah tumpul. Buah muda memiliki kulit berwarna cokelat merah. Daging buahnya tebal, berwarna kuning hijau, enak, enak, dan agak kering. Bentuk biji jorong dengan ukuran 4 cm x 5,5 cm.

g. Alpukat Merah Panjang
Variasi bentuk buah ini menyerupai buah pir. Ujung buah tumpul sedangkan pangkal buah menunjuk. Berat buah antara 300-500 g / buah dengan kulit hijau, permukaan halus dengan bintik-bintik kuning dan tebal 1,5 mm.

Saat muda, kulit buah berwarna hijau, merah, coklat dan setelah matang menjadi merah hitam. Buah diameter 6,5-10 cm dan panjang 11,5-18 cm, dengan daging tebal, kuning, enak, enak, dan agak lunak. Biji berukuran 4 cm x 5,5 cm.

Tips menanan Alpukat agar berbuah lebat dan enak

  1. Pilih jenis mentega atau berkualitas tinggi
  2. Tanam di tempat yang subur
  3. Kasih pupuk organik untuk menyuplai makanan
  4. Segera basmi hama dan penyakit sebelum meluas
  5. Jangan di stek agar cepat berbuah karena rasa tidak enak kecuali bukan dari biji berkualitas
  6. Jika belum pernah berbuah, tusukkan satu paku ke dalam batang pohon, cabut jika sudah berbuah
  7. Sedekah pasca panen

Demikian teknik pohon alpukat cepat berbuah dan lebat dari naturalisasi. Jika ada kekurangan terkait penanaman akan di lanjutkan dilain waktu.