Selasa, 18 Februari 2020

Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Gurami Hingga Panen

Cara Budidaya Ikan Gurami dari pembenihan hingga panen - Gurami (Oguramesphronemus goramy) adalah jenis ikan air tawar yang populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di asia tenggara dan asia selatan terutama tanah air kita tercinta Indonesia.

Di negara lain, ikan Gurami juga sering dipelihara di akuarium. tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan penggemar ikan, terutama ikan gurami akan diadakan di bidang menghasilkan uang dengan melakukan keindahan ikan Gurami ini sendiri.

Cara Budidaya ikan Gurami
Cara Budidaya ikan Gurami

Gurami sendiri telah dibudidayakan sejak dahulu kala. Karena rasanya yang begitu lezat, ikan Gurami saat ini disukai sebagai makanan utama di restoran dan masyarakat sekitarnya. Banyak petani gurami datang dari dalam Jawa dan luar Jawa (kepulauan).

Naturalisasi akan membahas budidaya ikena gurami mulai pembenihan hingga panen raya serta info harga gurami di pasar, bagi pemula cara budidaya ini bisa dijadikan refrensi. Jika terjadi kegagalan dalam berbudiaya itu sudah hal biasa, coba lagi dengan berbagai musim.

Perlu kamu ingat, sebutan ikan ini berbeda-beda setiap daerah ada yang menyebutnya Gurami, Gurame, dan Gurameh.

Budidaya Ikan Gurami

Di sini naturalisasi memberikan beberapa tips tentang cara bertani ikan gurami dan hal-hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut:

Jenis Gurami

Gurami umumnya ditemukan di lingkungan petani yang terdiri dari 4 jenis yaitu:
  • Biru
  • Angsa
  • Baster
  • Batu

Habitat

Ikan Gurami ini memiliki habitat atau tempat tinggalnya sendiri, antara lain
  • Diklasifikasikan sebagai ikan TERBARU dan OMNIVORA
  • Habitat alami: sungai, danau dan rawa
  • Suhu optimal 27-30 ° C, pH 7-8, kandungan oksigen 4-5 ppm.
  • Lebih suka cola, dengan dasar tanah
  • Lebih suka air tenang dengan kedalaman 70-100 cm
  • Peka terhadap cahaya terutama pada malam hari dan perubahan kualitas air yang tiba-tiba
  • Kebiasaan makan memiliki sifat yang cenderung aktif pada kondisi sebelum gelap
  • Menyukai makanan permukaan • Hindari menangkapnya saat hujan

Kolam

  • Kolam 100-150 m2, konstruksi dasar kolam tidak disemen, atau tambahkan tanah setinggi 30 - 50 cm.
  • Pematangan kolam tidak berumput. Dinding berbentuk trapesium. Dinding bagian dalam dibuat halus / rata dengan "TEPLOK TAPLOK"
  • Tanggul tinggi 80-100 cm
  • Bagian bawah kolam tidak terlalu berlumpur
  • Lakukan pengolahan pada kolam tanah dasar dengan dosis pengapuran 100-200 gram / m2 dan pupuk pupuk 500-100 gram / m2
  • Setelah memproses tanah dasar, irigasi hingga kedalaman 50-60 cm. Selanjutnya, asupan air dipertahankan mengalir dengan debit sekitar 1 liter / detik (untuk kolam 100-150 m2)

Cara Memilih Benih

Pemilihan benih merupakan hal yang sangat vital yang harus diperhatikan, kesalahan dalam pemilihan benih yang tersebar akan berdampak negatif pada produksi yang diharapkan. Untuk alasan ini perlu diperhatikan, antara lain:
  • Perut membesar ke arah belakang
  • Anus akan muncul putih kemerahan
  • Jika perut disentuh akan terasa lunak
  • Kondisi benih sehat, tidak cacat / terluka dan lincah.
  • Warnanya tidak terlalu hitam, timbangan lengkap / tidak ada yang longgar. Tubuh tidak kaku
  • Proses penangkapannya hati-hati dan dilakukan ketika kondisinya tidak terlalu panas. Penangkapan seharusnya tidak dilakukan saat hujan
  • Pengangkutan benih dilakukan pada pagi / sore hari.

Bibit Ikan Gurami
Bibit Ikan Gurami

Penebaran Bibit Ikan Gurame

  • Penyebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi / sore hari.
  • Sebelum benih ditebar di kolam, lakukan suhu air dalam wadah transportasi dengan suhu kolam pemeliharaan.
  • Untuk tahap pembibitan, kepadatan benih 10-20 ekor / m2 dengan ukuran benih 50-75 gram / ekor.
  • atau
  • Entri orang tua yang telah lolos seleksi
  • Rasio jantan dan betina adalah 1: 3
  • Setelah satu minggu, induk jantan akan membuat sarang
  • Pada hari ke 15 ibu akan menelurkan

Pembesaran ikan Gurami 

  • Makan
  • Pakan yang disediakan terdiri dari 2 jenis, yaitu pakan buatan dan pakan hijauan.
  • Pakan buatan yang diberikan adalah pakan terapung (grower) dengan jumlah 3-5% / hari dengan frekuensi pemberian 2 kali lipat, yaitu pukul 06.00 dan 17.00. Hijauan diberikan dalam bentuk jenis daun seperti talas, pepaya, dan azolla. Jumlah pemberian sekitar 5% sehari.

Teknik Pembesaran Gurame

  • Area kolam optimal adalah sekitar 200 m2. Kolam tanah
  • Kedalaman air 70-80 cm
  • Bagian bawah kolam tidak terlalu berlumpur
  • Persiapan kolam seperti pada tahap pembibitan
  • Kepadatan benih stocking (ukuran 200-300 gram / ekor) 1-2 kg / m2
  • Pakan diberikan dalam bentuk pakan buatan mengambang (Finisher) dengan jumlah pemberian 2-3%. Hijauan diberikan dalam bentuk talas sebanyak 5-10% setiap 2 hari. Waktu pemberian 06.00 dan 17.00
  • Masa pemeliharaan adalah 3-3,5 bulan. Ukuran tanaman adalah 600-700 gram / ekor.
  • Saat panen, Anda tidak harus menggunakan alat tangkap

Panen

Panen dilakukan setelah benih mencapai berat 200-250 gram / ekor. Bobot seperti itu dapat dicapai dengan pemeliharaan yang baik dan intensif selama 3-3,5 bulan. Konversi pakan untuk tahap ini adalah sekitar 2-3. Angka kematian berkisar 5-10%.

atau,

Pemanenan harus dilakukan pada pagi / sore hari dengan memperhatikan hal-hal berikut.
  • Tidak dalam kondisi hujan.
  • Kedalaman air dipertahankan setinggi 20-30 cm.
  • Penangkapan itu dilakukan dengan hati-hati. Timbangan yang diatur tidak dapat dipisahkan.
  • Gunakan alat pancing dari bahan lunak.
  • Tambahkan daun kering untuk memudahkan penangkapan.


Pemanen untuk Benih

  • Pemanenan dilakukan pada pagi hari antara jam 07-09-09. Persiapkanlah
  • Wadah diisi dengan air dan diangin-anginkan
  • Tempat bersih

Cara:
  • Air dilepaskan sedikit demi sedikit
  • Penangkapan benih dilakukan dengan jaring lingkup
  • Simpan benih hasil tangkapan dalam wadah yang diangin-anginkan, jangan memanen air
  • sampai turbin dan saluran pembuangan terpasang, dan setelah bak selesai
  • dibersihkan dan disiapkan untuk pembibitan berikutnya.

Tips Budidaya Gurami

Apakah ikan gurami dapat di budidayakan di kolam beton?
Bisa, asalakan bagian dasar terdapat tanah tebal.

Apakah kolam harus diisi / kocor air setiap hari?
Tidak harus, segera ganti air jika terdapat ikan terinfeksi jamur / penyakit. Isi 5 ikan tombro sebagai pendeteksi air kotor karena ikan tombro lemah, ketika air kotor tombro akan mati. Atau 10 ikan nila, mujair, atau ikan mas yang sudah dikebiri.

Berapa harga ikan gurame di pasaran?
Harga gurami dipasar bervariasi, tergantung ongkos kirim dan kelangkaan.

Apa pakan alternatif ikan gurami?
Ikan gurami hanya menyukai daun talas, pepaya, dan ketela. Jika tidak dimakan jangan kawatir ada kemungkinan ikan kenyang karena makan plankton atau memang tidak suka daun. Usahakan daun sedikit layu agar getah daun tidak mencemari air kolam.

Bagaimana cara mengobati ikan yang terkena jamur?
Pisah ikan yang terinfeksi jamur lalu berikan garam kasar pada air, kuras air 80% volume air kolam.

Berapa ikan gurami per meternya?
Sebaiknya kepadatan tidak lebih dari 10 ekor per meternya hingga besar, semakin sedikit semakin bagus, semakin dalam semakin baik.

Apakah kolam terpal bagus untuk budidaya ikan gurami?
Sebenarnya tidak ada bedanya anatara kolam terpal, kolam beton / semen, dan kolam tanah, asalkan air, pakan, dan lingkungan mendukung.

Berapa berat ikan gurami agar diterima restoran atau rumah makan?
Pada umumnya Restoran dan rumah makan menerima ikan ini minimal 500 gram sampai 800 gram.

Demikian cara budidaya agar cepat besar dan sehat, apabila ada pertanyaan silahkan isi kolom komentar. terima kasih

Artikel Terkait